Aplikasi Termodinamika Pada Turbin Angin
Termodinamika adalah ilmu yang melibatkan perubahan suhu atau kalor
dan juga terdapat energi yang dirubah ataupun yang dihasilkan. Pada kesempatan
kali ini akan dijelaskan penerapan suatu ilmu termodinamika atau
pengaplikasiannya pada turbin angin.
Turbin angin pada saat jaman dulu kita bisa menyebut nya kincir
angin, biasanya digunakan hanya sebagai penanda angin berhembus dari arah mana.
Namun berkembang lagi dipakai untuk keperluan para petani di desa sebagai
pengairan sawah pada jaman sekarang dan bisa digunakan untuk pembangkit listrik
supaya menghemat sumber daya dan lebih efisien.
Sistem PLTA ini
merupakan pembangkit listrik yang menggunakan turbin angin sebagai alat
utamanya. Prinsip kerjanya yaitu energi angin yang dihasilkan diubah menjadi energi
putar selanjutnya energi putar itu lah yang menggerakkan generator dan
dihasilkanlah energi listrik itu. Diantara bagian – bagian dari turbin angin
yang penting antara lain yaitu :
-
Baling
Baling
Bagian di dalam
turbin angin yaitu baling baling untuk menerima energi dari angina dan
mengubahnya menjadi energi gerak sehingga baling baling akan berputar.
-
Generator
Generator
merupakan bagian terpenting pada turbin angin, karena memiliki fungsi utama
yaitu mengubah energi mekanik yaitu dari energi putar menjadi energi listrik.
Generator sederhana biasanya terdiri dari atas konduktor dan magnet.
-
Tower
atau Menara
Menara ini
berfungsi sebagai penyokong atau sebagai tiang penyangga untuk semua kontruksi
turbin angin. Menara ini dapat berupa pipa turbular atau berukuran besar.
Selain
bagian bagian diatas masih ada lagi bagian yang terdapat dari turbin angin
sendiri namun yang terpenting adalah ketiga bagian tersebut.
Teori dasar : Angin
yaitu aliran udara yang jumlahnya banyak dan bisa disebut juga akibat adanya
tekanan yang berbeda di sekitarnya. Perbedaan tekanan tersebut bisa dipengaruhi
salah satunya oleh sinar matahari. Hal ini menandakan bahwa tekanan dapat
dipengaruhi suhu. Dalam hukum termo dikatakan bahwa apabila tekanan nya itu
rendah maka suhu atau temperatur itu tinggi, begitu juga sebaliknya jika
tekanan tinggi maka suhunya itu rendah. Energi kinetik pada massa angin dapat
dirumuskan sebagai berikut :
EK = 1/2 mv2
Energi ini yang
akan ditangkap oleh turbin angin dan rotor pun berputar.
Kelebihan
turbin angin sebagai PLTB atau angin ini disebabkan karena secara prisnip nya
yang bisa terbarukan. Hal ini jika angin dipakai terus menerus energinya tidak
akan habis berkurang seperti penggunaan bahan bakar lainnya yang harus mencari
yang baru lagi dan tidak bisa diperbarui. Oleh sebab itu maka angin akan jauh
lebih bermanfaat dan bisa digunakan sampai masa yang akan datang. Tenaga angin
juga memiliki sifat yang ramah lingkungan, karena saat digunakan itu tidak
menimbulkan limbah atau emisi lainnya.
Efek lainnya
yaitu penggunaan ladang angin itu membutuhkan ladang yang luas, juga frekuensi
yang ditimbulkan dari putaran turbin angin juga menggangu jika ada pemukima
disekitar. Dalam keadaan tertentu dampak lain nya yaitu dapat menimbulkan
interferensi elektromagnetik seperti menganggu penerimaan sinyal dan juga
gelombang telekomunikasi. Pengaruh bagi hewan juga berpengaruh , jika burung
atau kelelawar yang meliwati turbin angin maka bisa terluka dan bisa
mengakibatkan kematian.
Dalam aplikasi
sekarang turbin angin digunakan sebagai pembangkit listrik. Pemotongan kayu
juga bisa menggunakan turbin angin ini untuk menyalakan gergaji mesinnya. Di bidang
lainnya seperti pertanian, digunakan untuk menyalurkan air pada irigasi para
petani dari satu sawah ke sawah lainnya.
Daftar Pustaka
Putranto, dkk
.2011. Rancangan bangun Turbin Angin Vertikal Untuk Penerangan Rumah Tangga,(online)http://eprints.undip.ac.i/3483//Rancang_Bangun_Turbin_Angin_Vertikal_unt_RT.pdf,diakses
1 November 2016.
Komentar