APLIKASI TERMODINAMIKA PADA BOILER (KETEL UAP)
Kita tahu dalam termodinamika
selalu berhubungan erat dengan usaha untuk merubah kalor (energy akan berpindah kaena adanya perbedaan suhu), panas,
kerja, entropi dan kespontanan proses. Penerapan termodinamika sendiri bisa
terjadi dalam kehidupan sehari-hari diantaranya pada alat Boiler /ketel uap.
Dan disini kita akan bahas apasih hubungannya boiler dalam termodinamika? Dan
apasih boiler itu?.
Ketel uap merupakan sejenis alat dengan
membentuk hasil berupa uap, dan terdapat
bagian penting berupa dapur pemanasan dengan memakai pembakaran dari bahan
bakar. Dimana hasil uap nanti akan dialirkan dari bagian ketel untuk berbagai
proses pemanasan. Boiler merupakan
sebuah mesin kalor yang menghasilkan kerja setelah diubah dari energy kimia (Muin,1988).
Adapun bagian-bagian konstruksi
dari ketel uap terdiri dari :
1.
Deaerator
2.
Bagasse
distribution conveyor
3.
Dapur
(furnace)
4. Superheated
steam valve
5.
Pemanas
udara
6.
Induced Draft Fan (IDF)
7.
Cerobong
asap (chimney)
8.
Kipas
sekunder
Cara kerja boiler diawali
pada drum ketel uap diisi air yang nanti akan diubah menjadi fase uap, dimana
air yang dipakai tadi merupakan air umpan yang sudah diolah di pengolahan air (water treatment plant) lalu hasilnya diolah
lagi di bagian boiler plant dengan
menggunakan sand filter, softener dan deaerator supaya memenuhi persyaratan air umpan boiler. Lalu air
akan ditampung sementara pada bagian soft water tank, lalu dialirkan ke boiler
dengan dipompa pada feed water pump
(MSK, Suryo U.2015).
Siklus air di Boiler
mengalami Siklus Rankine yang merupakan bagian dari termodinamika yang menghasilkan kerja dari adanya perubahan
panas. Dan dalam keadaan eksternal dengan aliran tertutup ini panas akan
diperoleh, dengan menggunakan air yang dianggap sebagai fluida yang bergerak.
Dan sumber panas utama didapat dari batu bara, minyak bumi, dan lainnya.
Cara kerja pada
Siklus Rankine pada boiler yaitu pada bagian kondensor yang akan berisi fluida
kerja dan pada bagian pompa akan dikompresi supaya masuk ke boiler dengan kenaikan
temperature dan dipanaskan air pada boiler dengan melalui pembakaran atau berupa
energi lain seperti nuklir, panas pada matahari. Lalu uap yang dihasilkan dari
pemanasan tadi dimasukkan kedalam turbin. Lalu akan mengalami ekspansi dengan
menurunnya temperature dan tekanan pada fluida kerja, sehinggaenergi fluida
akan mengalami perubahan menjadi energi
mekanik, dan akan menghasilkan putaran
proses turbin disetiap sudu-sudu lalu hasilnya akan berupa uap yang akan
dikondensasi dengan kondensor sehingga membentuk embun. Siklus ini terjadi
secara berulang-ulang.
Siklus Rankine ideal
tidak Irreversibel internal dan terdiri dari 4 proses:
- 1-2 pada pompa akan melakukan proses kompresi secara isentropic
- 2-3 pada boiler dilakukan penambahan panas secara isobar
- 3-4 pada turbin akan terjadi ekspansi secara isentropic
- 4-1 pada keadaan isobar dan isothermal akan terjadi pelepasan panas dibagian kondensor.
Tekanan boiler dikondisi
1 air dimasukkan kedalam pompa dan dikompresi. Pada kompresi isentropic mengalami
kenaikan temperature air dengan melaui sedikit pengurangan volume spesifik air.
Didalam boiler air sebagai cairan
terkompresi (compressed liquid) pada
keadaan 2 dan pada keadaan 3 air berubah menjadi uap dengan panas yang tinggi.
Boiler dipanaskan pada tekanan tetap. Lalu uap pada keadaan 3 ketika berada di
bagian turbin akan diekspansi secara isentropik yang nanti menghasilkan kerja sehingga
menghasilkan listrik dari mutarnya shaft yang dihubungkan pada generator
listrik Pada kondisi 4 bagian kondensor akan dilewati steam yang akan
menghasilkan uap jenuh. Pada tekanan constant kondensor akan mencairkan steam dan menghasilkan uap jenuh lalu akan dipompa
untuk menyempurnakan siklus (Cengkel dan Boles,1994).
∆E=m(h+Ep+Ek)i-m(h+Ek+Ep)e+Q-W
0=hi-he+Q-W
Q-W=he-hi
Pada masing-masing bagian diperoleh
rumus yaitu:

Dari hasil diatas didapat bahwa Wnet yaitu
: Wnet = Qin –
Qout =Wturb,out
– Wpompa,in
Daftar Pustaka:
MSK, Suryo U. 2015. Analisa
Efisiensi Boiler Wanson III pada Unit Kilang di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi
(PUSDIKLAT MIGAS) Cepu. Jurnal Teknik Mesin. Vol. 3, No. 2
Muin, Syamsir. A. 1988.
Pesawat-pesawat Konversi Energi 1(ketel uap). Jakarta: CV Rajawali
Cengel, Y. A., & Boles, M. A.
1994. Thermodynamics: An Engineering Approach (2nd ed). United
States Of America: McGraw-Hill.
Komentar