APLIKASI TERMODINAMIKA DALAM KOMPRESOR
Gambar
1 Kompresor
Termodinamika merupakan
yang ilmu yang membahas tentang proses perpindahan energi
sebagai panas
(kalor) dan usaha (kerja) antara
sistem dengan lingkungan. Hukum pertama dari termodinamika membahas hukum kekekalan energi. Sedangkan pada hukum kedua membahas proses spontan dimana fungsi untuk
mengetahui kespontanan reaksi ialah entropi, yang berarti ukuran
ketidakteraturan suatu system dengan nilai entropi positif. Hukum ketiga adalah menentukan nilai entropi mutlak
(Chang, 2002).
P1 V1 = P2 V2 = tetap
Gambar 2 Diagram T-S (aktual)
Penentuan
kondisi udara masuk dan keluar kompresor merupakan proses analisa
termodinamikanya. Efisiensi politropik, yaitu efisiensi isentropis dari sebuah
tingkat kompresor yang konstan untuk setiap tingkat berikutnya (Gambar 2 Diagram T-S), merupakan dasar dari perhitungan termodinamika kompresor. Proses
kompresi politropik adalah proses kompresi yang sesungguhnya dalam kompresor,
dimana adanya kenaikan temperatur dan adanya panas yang dipancarkan keluar.
P1V1n
= P2V2n
dimana
n adalah indeks poliprotik dengan 1<n<cp/cv, untuk kompresor biasanya n =
1,25-1,35 (Sularso,2006).
Ada 2 jenis efisiensi dalam
proses kompresi pada kompresor yaitu volumetrik dan adiabatik keseluruhan. Pada
volumetrik, jumlah udara mampat yang keluar kompresor dengan jumlah udara yang
masuk kompresor tidak akan mencapai jumlah yang sama pada proses penghisapan. Efisiensi
volumetrik didefinisikan sebagai tingkat pencapaian proses pemampatan udara
pada kompresor, yaitu perbandingan jumlah udara yang dikeluarkan kompresor yang berfungsi sebagai udara mampat
dengan jumlah udara yang masuk kompresor selama perpindahan torak pada langkah
hisap.
ɳv = Qs/Vp
dimana “Qs” adalah volume gas yang didapatkan pada kondisi tekanan
dan temperatur hisap (m3/ min)
Vp = 1/4 π D2 S
dimana
Vp adalah volume perpindahan, D adalah diameter dan S adalah langkah
torak (Sularso,2006).
Pada
efisiensi adiabatik kesuluruhan, sering kali daya yang ditentukan tidak sesuai
dengan keadaan sebenarnya karena kendala-kendala mekanis yang disebabkan oleh faktor
yang mempengaruhi digabungkan dalam efisiensi adiabatik. Daya yang dibutuhkan
untuk kompresi adiabatik didefinisikan sebagai efisiensi adiabatik menurut
perhitungan teoritis
ɳad = Lad/Ls
dimana
adalah efisiensi
adiabatik keseluruhan, “Lad” adalah daya adiabatik,
dan “Ls” adalah daya yang masuk
pada poros kompresor. Daya yang diperlukan untuk menggerakkan kompresor adalah Qs = ɳv . Vp (Sularso,2006).
Daftar
Pustaka
Chang,
Raymond. 2002. Kimia Dasar Konsep-Konsep Inti Jilid 1. Jakarta:
Erlangga.
Iskandar,
Soetyono dan Djuanda. 2017. Konversi Energi. Yogyakarta: Deepublish.
Sularso,
Haruo Tahara. 2006. Pompa dan Kompresor. Jakarta: PT. Pradya Paramita.
Komentar